Hadits lengkap yang menyebutkan perumpamaan “alas pelana unta” dikenal sebagai Hadits Fitnah Ahlas, Sarra’, dan Duhaima’. Berikut adalah matan (teks Arab) dan terjemahan lengkapnya berdasarkan riwayat Abu Dawud No. 4242 dan Ahmad No. 6168:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ يَقُولُ كُنَّا قُعُودًا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَذَكَرَ الْفِتَنَ فَأَكْثَرَ فِي ذِكْرِهَا حَتَّى ذَكَرَ فِتْنَةَ الأَحْلَاسِ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا فِتْنَةُ الأَحْلَاسِ قَالَ ” هِيَ هَرَبٌ وَحَرَبٌ ثُمَّ فِتْنَةُ السَّرَّاءِ دَخَنُهَا مِنْ تَحْتِ قَدَمَىْ رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يَزْعُمُ أَنَّهُ مِنِّي وَلَيْسَ مِنِّي وَإِنَّمَا أَوْلِيَائِيَ الْمُتَّقُونَ ثُمَّ يَصْطَلِحُ النَّاسُ عَلَى رَجُلٍ كَوَرِكٍ عَلَى ضِلَعٍ ثُمَّ فِتْنَةُ الدُّهَيْمَاءِ لاَ تَدَعُ أَحَدًا مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ إِلاَّ لَطَمَتْهُ لَطْمَةً فَإِذَا قِيلَ انْقَضَتْ تَمَادَتْ يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا حَتَّى يَصِيرَ النَّاسُ إِلَى فُسْطَاطَيْنِ فُسْطَاطِ إِيمَانٍ لاَ نِفَاقَ فِيهِ وَفُسْطَاطِ نِفَاقٍ لاَ إِيمَانَ فِيهِ فَإِذَا كَانَ ذَاكُمْ فَانْتَظِرُوا الدَّجَّالَ مِنْ يَوْمِهِ أَوْ مِنْ غَدِهِ ”
Terjemahan Lengkap
“Dari Abdullah bin Umar ra. berkata: Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah ﷺ, beliau menyebutkan tentang berbagai fitnah dan banyak bercerita tentangnya hingga beliau menyebutkan Fitnah Ahlas.
Seseorang bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apa itu Fitnah Ahlas?’
Beliau menjawab:
- Fitnah Ahlas: ‘Yaitu fitnah yang menyebabkan orang-orang berlarian (karena ketakutan) dan peperangan yang merampas harta serta keluarga (seperti alas pelana yang menempel terus pada punggung unta).’
- Fitnah Sarra’: ‘Kemudian muncul fitnah Sarra’ (kemewahan/kesenangan), yang asapnya (kekacauannya) muncul dari bawah kaki seorang laki-laki dari ahli baitku (keluargaku) yang mengaku termasuk golonganku, padahal ia bukan golonganku, karena waliku (kekasihku) hanyalah orang-orang yang bertakwa. Kemudian manusia bersepakat mengangkat seorang pemimpin yang lemah (seperti pinggul di atas tulang rusuk).’
- Fitnah Duhaima’: ‘Kemudian muncul fitnah Duhaima’ (yang gelap dan buta) yang tidak membiarkan seorang pun dari umat ini kecuali akan ditamparnya. Jika dikatakan fitnah itu telah selesai, ternyata ia justru memanjang (berlanjut). Di dalamnya, seorang pria pada pagi hari beriman dan sore harinya kafir, hingga manusia terbagi menjadi dua kemah (kelompok):’
- Kemah Iman yang tidak ada kemunafikan di dalamnya.
- Kemah Munafik yang tidak ada iman di dalamnya.
‘Jika kondisi itu telah terjadi, maka tunggulah kedatangan Dajjal pada hari itu atau esok harinya.’“
Ringkasan Urutan Kejadian
- Fitnah Ahlas: Kekacauan panjang yang menetap lama (seperti alas unta).
- Fitnah Sarra’: Ujian berupa keselesaan berada dalam kepercayaan akidah sejak nenek moyang.
- Fitnah Duhaima’: Puncak kekacauan yang sangat gelap, di mana iman seseorang itu dapat dikenalpasti dengan jelas
- Kemunculan Dajjal: Terjadi setelah umat terbelah dengan jelas antara mukmin sejati dan munafik
Penulis akan menghurai ketiga tiga fasa ini dalam post yang berikutnya.


Alhamdulilah tq Tuan